Selasa, 01 Mei 2012

Portugal Target 8 Besar, Ronaldo Mau Lebih


VIVAbola - Portugal sadar berada dalam "grup neraka" Euro 2012 bersama Jerman, Belanda dan Denmark. Seleccao hanya membidik lolos dari penyisihan grup alias satu tempat di babak 8 besar.

Portugal menjadi negara terakhir yang lolos ke Polandia dan Ukraina. Tapi, status tim asuhan Paulo Bento ini sebenarnya bukan underdog. Karena Portugal pernah nyaris menjadi juara saat menjadi tuan rumah Euro 2004 sebelum ditaklukkan Yunani 0-1 di final.

Portugal sepertinya mengalami trauma akibat kegagalan itu, meski mampu lolos secara beruntun dalam 7 event besar terakhir. Pemain termahal dunia yang juga menjadi kapten sekaligus bintang Portugal, Cristiano Ronaldo berharap bisa memupus trauma itu.

"Tujuan saya jelas di Euro ini. Bersama bendera dan kostum Portugal, saya ingin menaklukkannya," kata Ronaldo di halaman Facebook miliknya.

CR7 mungkin diilhami oleh penampilan hebatnya bersama Real Madrid. Tapi, pelatih Paulo Bento lebih tahu diri.

"Kami ingin lolos sejauh mungkin yang kami bisa. Target awal kami adalah lolos ke perempat final," ujar Bento kepada Reuters.

Kuda Hitam

Portugal sebenarnya punya kekuatan dan modal dengan beberapa penyerang hebat yang dimilikinya. Selain Ronaldo masih ada Luis Nani (Manchester United), Helder Postiga (Real Zaragoza) dan duet klub Turki, Besiktas Istanbul: Ricardo Quaresma dan Hugo Almeida.

Di tengah, Seleccao mengandalkan Raul Meireles (Chelsea), Miguel Veloso (Genoa) dan Joao Moutinho (FC Porto). Mereka didukung deretan bek tangguh seperti Bruno Alves (Zenit St Petersburg), Pepe (Real Madrid), Fabio Coentrao (Real Madrid), serta kiper andalan Sporting Lisbon, Rui Patricio. Dengan kekuatan seperti ini, layaklah jika Portugal mendapatkan label kuda hitam di Polkraina nanti.

Sayangnya, kemujuran jarang menghampiri Portugal di kualifikasi. Mengawali laga dengan hasil 4-4 melawan Siprus dan kalah 0-1 dari Norwegia, Portugal sempat menghuni dasar klasemen Grup H. Akibatnya, pelatih Carlos Queiroz diberhentikan.

Setelah Bento membesut Portugal sejak September 2010, peruntungan mulai berubah. Portugal meraih lima kemenangan beruntun.

Sayangnya, kekalahan dari Denmark mengirim Portugal ke playoff. Di ajang elminasi ini, Portugal menghantam Bosnia dengan agregat 6-2.

Portugal semakin percaya diri di bawah arahan Bento. Apalagi, mereka punya bekal sebagai runner up Euro 2004, semifinalis Euro 2000 dan perempatfinalis Euro 2008. Portugal juga tampil impresif di Piala Dunia 2012 sebelum dihentikan sang juara Spanyol di babak 16 besar.

Facebook Twitter Google+

Ditulis Oleh : srop // 19.00
Kategori:

 
Diberdayakan oleh Blogger.