Kamis, 29 Maret 2012

Pengiriman Smartphone RI Tumbuh 28 Persen


VIVAnews - Meskipun total pengiriman telepon seluler di Indonesia tidak tumbuh pesat di kuartal keempat 2011, namun pertumbuhan tahun per tahun mencapai sebesar 43 persen.

Pengiriman smartphone tidak mengalami masalah dengan pengiriman meningkat sebesar 28 persen secara berurutan. Pertumbuhan tahun per tahun tercatat 61 persen.

Sedangkan pengiriman ponsel fitur menurun secara berurutan sebesar 4 persen pada kuartal ketiga 2011. IDC mengatakan bahwa Indonesia tetap menjadi pasar yang kuat untuk ponsel fitur meski pertumbuhan ponsel ini menurun. Ponsel fitur low-end, terutama dengan fungsi TV dan kartu SIM ganda, membantu mempertahankan volume tinggi pengiriman pada 2011.

Dalam kondisi tersebut, sepanjang kuartal keempat ini retail ponsel nasional melakukan langkah berani. Di kuartal akhir 2011, setidaknya ada dua retail ponsel besar yang diperhitungkan, Erajaya dan Telesindo di bursa efek.

"Langkah ini meningkatkan modal mereka dan memungkinkan mereka untuk berinvestasi lebih banyak dalam saluran pengecer mereka untuk memperluas jangkauan mereka," kata Lie Darwin, Pasar Analis Asosiasi untuk Penelitian Client Devices di IDC Indonesia dalam keterangan tertulisnya, Rabu 28 Maret 2012.

Berlanjutnya smartphone Android terjangkau yang masuk ke pasar Indonesia juga membantu mendorong pertumbuhan. Ini dipicu oleh smartphone Android dengan harga di bawah Rp 1,2 juta, untuk kelompok berpenghasilan rendah yang telah melompat pada "bandwagon smartphone".

Dengan menjadi sistem operasi pilihan untuk sebagian besar vendor lokal dan global, Android telah berhasil menutup celah pada BlackBerry OS.
"Smartphone Android tumbuh 22% secara berurutan di Indonesia, dan kami berharap Android untuk mendominasi pasar di kuartal mendatang," tambah Darwin.

Tahun 2011 juga merupakan tahun di mana semakin banyak vendor lokal telah memasuki pasar. Namun, pasar tetap dikuasai vendor yang selama ini mendominasi pasar ponsel dunia.

Nokia mempertahankan posisi teratas di pasar ponsel fitur Asha 300 Series yang memimpin pengiriman. Vendor ini mulai menjadi aktif kembali di pasar smartphone dengan meluncurkan Nokia 500, 700 dan N9.

Vendor lokal, Cross tetap menjadi pemain kuat di pasar telepon seluler Indonesia, dengan meluncurkan model baru dan mempertahankan kontrol dari pasar utama di Indonesia Timur.

Sementara Samsung mengambil langkah pada kuartal keempat ini dengan total pengiriman tumbuh sebesar 116% secara berurutan. Diharapkan untuk melanjutkan kampanye pemasaran yang agresif untuk bersaing untuk pangsa pasar yang lebih.

MITO terus stagnan pada kuartal keempat setelah dua kuartal melambat dan terancam kehilangan pangsa pasar lebih lanjut dengan vendor lokal lainnya.

RIM terus mendominasi pasar smartphone Indonesia pada kuartal keempat ini dengan peluncuran tiga ponsel bersistem operasi BB7. RIM berencana untuk memperluas kehadiran ritel di seluruh Indonesia pada tahun 2012.

Facebook Twitter Google+

Ditulis Oleh : srop // 14.00
Kategori:

 
Diberdayakan oleh Blogger.