Jumat, 02 November 2012

Togar: Todung Tak Mendapat Kebebasan di JC


VIVAbola - Anggota Joint Committee, Togar Manahan Nero menyesalkan mundurnya Todung Mulya Lubis dari jabatannya sebagai ketua JC. Menurut Togar, komitmen Todung sebenarnya tidak perlu diragukan, tapi sayang pengacara senior itu tersandera kepentingan.

Seperti diketahui, Todung akhirnya memutuskan mundur dari posisinya sebagai Ketua JC. Surat pengunduran diri pria yang juga ketua komite etik PSSI itu telah dikirimkan kepada Ketua Umum PSSI versi KLB Solo, Djohar Arifin Husin, Senin, 29 Oktober 2012.

Djohar kepada wartawan mengatakan bahwa Todung kecewa dengan sikap anggota JC terutama dari kubu KPSI yang kerap melanggar MoU. Ini menjadi salah satu alasan pengacara senior itu untuk mundur.

Namun Togar justru berpendapat lain. Menurutnya, Todung justru tertekan karena tidak diberi kebebasan dari kubu PSSI Djohar.
"Saudara Todung kasihan. Disuruh rapat, tapi tidak boleh mengambil keputusan yang bebas. Semuanya dipegang, terbatas. Untuk orang sekelas Pak Todung, pasti sedih tidak diberikan kebebasan," kata Togar di kawasan Senayan, Jakarta, Kamis 1 November 2012.

"Sementara anggota JC dari kami bebas, tidak ada yang memerintah kami-kami. Karena kami hanya fokus mencari solusi sepakbola."

Togar mengaku tak pernah meragukan kredibiltas seorang Todung Mulya Lubis sebagai Ketua JC. "Kelas dia internasional. Tapi, kalau misalnya sebagai Ketua JC tidak boleh mengambil keputusan, itu sangat disayangkan. Intinya bang Todung bekerja tidak bebas, padahal dia berencana mencarikan jalan keluar."

Pengganti Harus Netral
Togar menjelaskan, setelah Todung mundur langkah pertama yang akan dilakukan adalah melaporkannya ke tim task force yang dibentuk AFC untuk membantu menyelesaikan konflik sepak bola nasional. Jika memang harus mencari orang baru, maka sosoknya harus yang netral.

"Siapapun yang gabung JC harus punya komitmen kebebasan dan tidak terikat. Jika independen dalam berpikir tentang sepakbola, pasti jalan. Di mana-mana dalam suatu perundingan, orang yang berunding itu harusnya dilepas," ucapnya.

Facebook Twitter Google+

Ditulis Oleh : srop // 00.30
Kategori:

 
Diberdayakan oleh Blogger.