Selasa, 25 September 2012

Jalan Terjal Duo Milano di Awal Musim 2012-13


VIVAbola - Peluit panjang akhir pekan lalu berbuah kecewa bagi seluruh pecinta sepakbola di kota Milan. Pasalnya, AC Milan dan Internazionale sama-sama menelan hasil buruk pada Seri A yang sudah memasuki pekan keempat ini.

Usai laga, Diego Milito dan Esteban Cambiasso hanya bisa memegangi kepala, sedangkan Giampaolo Pazzini dan Cristian Abbiati tampak menunduk. Klub kota Milan sedang menyentuh garis merah prestasi di Serie A saat ini.

Giuseppe Meazza masih belum ramah bagi Inter. Setelah hanya dua kali main imbang, Nerazzurri malah harus menelan kekalahan pada laga kali ini. Siena bermain luar biasa dan berhasil meraih kemenangan 2-0 atas lawan yang diprediksi bisa menang mudah itu.

Sedangkan bagi Milan, Stadion Friulli menjadi nestapa pasukan Massimiliano Allegri. Sempat mengejar lewat gol Stephan El Shaarawy, Rossoneri akhirnya harus terpuruk setelah gol penalti Antonio Di Natale menundukan 9 pemain Milan.

Jika ini adalah kekalahan perdana duo Milano mungkin tidak akan jadi masalah. Tapi ini adalah kekalahan kedua buat Inter, sedangkan il Diavollo Rosso lebih parah lagi karena sudah menelan tiga kekalahan dari empat laga.

Hasil buruk ini membenamkan Milan di papan klasemen Serie A. El Shaarawy cs saat ini hanya mampu berada di peringkat 15 klasemen sementara, atau tiga strip diatas zona degradasi.

Inter sendiri masih meraih hasil lebih baik dengan menduduki peringkat enam klasemen sementara dengan enam poin, lewat dua kemenangan dari empat laga. Namun, yang jadi masalah adalah masih belum ramahnya San Siro pada klub-klub Milan.

San Siro tak ramah pada tuan rumah
Inter meraih dua hasil negatif mereka saat menjamu lawan-lawan mereka di kandang sendiri. Ditekuk 1-3 saat menghadapi Roma, dan paling anyar dipermalukan 0-2 oleh juru kunci, Siena.

Buruknya penampilan Inter di kandang merembet ke saudara tua mereka. Milan bisa meraih kemenangan saat bermain tandang, sedangkan dua laga kandang awal mereka berakhir dengan kekalahan.

Pada pembukaan Serie A, Milan dipermalukan tim promosi Sampdoria lewat skor tipis 0-1 dan Atalanta juga sukses mencuri kemenangan dengan skor sama. Rekor ini pun menjadi yang terburuk dalam 82 tahun terakhir.

Buntut dari melorotnya performa tim, pelatih kedua tim berada dalam bahaya. Andrea Stramaccioni posisinya masih lebih aman karena meraih hasil lebih baik, namun sebaliknya buat allenatore Milan, Massimiliano Allegri.

Meski lolos dari pemecatan usai ditundukan Udinese akhir pekan lalu, Max Allegri diminta segera membuat perubahan signifikan untuk mengembalikan Milan ke jalur kemenangan.

"Posisi Allegri tidak perlu diperdebatkan. Kami tetap melangkah bersama pelatih ini, karena dia punya dukungan penuh dari Presiden dan saya. Jangan lupa, dia mendapatkan 162 poin dalam dua tahun," ujar CEO Milan, Adriano Galliani, kepada Milan Channel.

"Dalam satu tahun terakhir, keberuntungan sepertinya tidak berpihak kepada kami. Tapi, musim baru dimulai, dan kami baru di pekan keempat," sambungnya.

"Kami bermain lebih bagus dari Udinese. Tim menunjukkan peningkatan, dan kami menunggu kemenangan pertama di kandang Rabu nanti melawan Cagliari. Tim bekerja keras dengan sembilan pemain, dan menunjukkan mereka peduli terhadap pelatih," tambah Galliani.

Suporter Inter diminta bersabar
Selain Milan, hasil negatif Inter akhir pekan lalu  membuat tim asuhan Stramaccioni mulai diserang oleh suporternya sendiri setelah kembali menelan kekalahan di kandang sendiri.

Saat menjamu Siena, cemoohan membahana sejak 10 menit jelang laga usai. Bahkan, fans sengaja menyoraki serta melempar benda-benda ke lapangan usai pertandingan. Menanggapi hal tersebut, Strama tidak ambil pusing.

"Kami kalah di kandang, jadi wajar jika di satu sudut ada yang menyoraki ketika pertandingan berakhir. Namun saya tahu di sepanjang sisi stadion fans tak henti memberikan dukungan bagi kami," ujar Stramaccioni pada La Gazzetta dello Sport usai laga.

Melihat ulah suporter yang sedikit mengganggu, penggawa Inter, Esteban Cambiasso, sontak angkat bicara. Wakil kapten itu menegaskan seluruh tim tetap di belakang sang allenatore, dan meminta para suporter untuk lebih bersabar karena musim masih panjang.

"Kami minta maaf karena kalah di kandang, karena kami tidak bisa memuaskan fans. Tapi, saya yakin kemenangan itu akan datang. Kami tidak akan menyerah hanya karena satu kekalahan," timpal Cambiasso di situs resmi Inter.

Juventus melenggang, Napoli menguntit
Melorotnya performa duo Milano pada awal musim ini membuat peta persaingan di papan atas klasemen Serie A mulai bergeser. Juventus, sebagai pemuncak klasemen, praktis hanya dibuntuti oleh Napoli.

Juve masih sempurna dengan 12 poin hasil empat kali main, sedangkan Napoli minus dua poin setelah terselip sehingga ditahan 0-0 oleh Catania akhir pekan lalu. Lazio gagal menyalip ke peringkat dua. Tim biru langit akhir merasakan kekalahan perdana dalam empat laga saat ditekuk Genoa 0-1.

Performa menawan ditunjukan oleh tim promosi, Sampdoria, yang bertengger di peringkat empat klasemen sementara. Sebenarnya statistik il Samp lebih baik dari Lazio, namun karena memulai musim dengan -1 poin akibat skandal pengaturan skor akhirnya poin mereka sama kuat 9.

Milan dan Inter punya peluang untuk mengakhiri rekor buruk mereka pada tengah pekan ini. Melihat dari segi kualitas, seharusnya kemenangan bisa diraih dari lawan-lawan mereka.

Rossoneri akan kembali ditantang menaklukan San Siro saat menjamu peringkat 17, Cagliari, hari Rabu, 26 September 2012, mendatang. Sedangkan Nerazzurri bakal bertandang ke Chievo pada waktu yang sama.

Kemenangan mutlak dikejar oleh duo Milano ini. Selain ingin memangkas kekurangan poin dari tim-tim papan atas, hasil positif bisa makin menebalkan rasa percaya diri tim yang saat ini sedang melorot. (irb)

Facebook Twitter Google+

Ditulis Oleh : srop // 07.30
Kategori:

 
Diberdayakan oleh Blogger.