Senin, 24 September 2012

4 Anggota Exco Bersedia Patuhi Keputusan JC


VIVAbola - Empat anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI yang sebelumnya dipecat oleh rezim Djohar Arifin Husin, bersedia menempati kembali posisi mereka. Keempatnya menyatakan tunduk pada hasil rapat Joint Committee (Komite Bersama) yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, akhir pekan lalu.

Keempat anggota Exco tersebut adalah Roberto Rouw, Erwin Dwi Budiawan, Toni Apriliani, dan La Nyalla Mattalitti. Mereka terpilih pada Kongres Luar Biasa (KLB) di Solo, Juli, 2011. KLB ini juga memilih Djohar Arifin Husin sebagai Ketua Umum PSSI periode 2011-2015.

"Kami berempat taat azas atas MoU yang sudah disepakati, kami memang harus kembali ke sana dalam rangka unifikasi," kata Toni baru-baru ini. "Secara hati, kami sebenarnya tidak ingin kembali ke sana. Namun, untuk menghormati AFC, kami penuhi itu," sambung Roberto Rouw.

Keempat anggota Exco ini dipecat akhir Desember 2011. PSSI melalui Komite Etik yang diketuai oleh Todung Mulya Lubis yang kini menjabat sebagai Ketua JC menganggap keempatnya telah melanggar Statuta PSSI.

Menurut Erwin, pembatalan keputusan Komite Etik PSSI ini sebenarnya sudah dilakukan AFC melalui tim task force yang dibentuk AFC untuk menyelesaikan kisruh sepak bola Indonesia beberapa waktu lalu. Namun instruksi tersebut tak kunjung dilaksanakan oleh PSSI kubu Djohar.

"Sejak rapat JC pertama di Jakarta sudah diputuskan agar empat anggota Exco kembali ke PSSI. Jika diundang, kami kemungkinan akan datang. Namun selama ini kan belum ada undangan. Tapi kalau sekarang, pada prinsipnya kalau ada undangan kami pasti akan datang," beber Erwin.

Secara terpisah, Todung sebagai Ketua JC kepada sejumlah media menyatakan bahwa proses pengembalian keempat anggota Exco itu tidak akan berjalan mudah. Karena itu pihaknya akan memberikan waktu yang cukup bagi Sekjen PSSI versi KLB Solo, Halim Mahfudz, untuk merumuskan prosedur pengembalian keempatnya. Di mata Todung, keempatnya terbukti melanggar prinsip fair play PSSI Pasal 6, 9, 12 dan 18. Dasar pemecatannya adalah Kode Etik Fair Play PSSI dan Statuta FIFA.

Facebook Twitter Google+

Ditulis Oleh : srop // 19.30
Kategori:

 
Diberdayakan oleh Blogger.